Aksi demonstrasi mahasiswa menolak kedatangan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna di Kampus Universitas Pamulang, Pamulang, Tangerang Selatan tahun 2010 lalu.

Oleh : Pena Darah (Mahasiswa Unpam)

Hidup Mahasiswa!
Pertama-tama saya ingin menegaskan bahwa tulisan ini bukan hanya sekedar untuk dibaca, bukan untuk difikirkan, tulisan ini adalah bentuk ajakan untuk menolak dominasi, menolak untuk diam, menolak untuk tunduk, tulisan ini adalah bentuk ajakan untuk bergerak dan membangun solidaritas seluruh mahasiswa, seluruh organisasi untuk sebuah perjuangan dan peradaban baru dikampus kita tercinta Universitas Pamulang. Hanya dengan bersatu kita bisa merubah segalanya dan hanya dengan melawan kita bisa menjadi apa yang kita inginkan!

Sebagai salah satu universitas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di indonesia dengan jumlah kurang lebih 100.000 Mahasiswa, universitas pamulang memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada demi menjawab tantangan zaman. Tidak hanya itu universitas pamulang juga menjadi tempat 100.000 mahasiswa menggantungkan harapan dan mimpi kehidupan yang baik dimasa depan.

Tantangan demi tantangan yang ada sudah mesti dijawab secara kongkrit dan sistematis serta mesti melibatkan seluruh aspek yang ada didalamnya, salah satu faktor penguatan sumber daya manusia adalah dengan peningkatan kualitas belajar mengajar yang lebih efektif. Maka dengan itu kualitas dan kuantitas dosen harus disesuaikan dengan Permen Dikti No. 2 tahun 2016 point C, dosen sebagaimana mestinya hanya memiliki rasio 1: 45 mahasiwa untuk program sosial dan memiliki rasio 1:30 mahasiswa untuk program ilmu eksakta. Artinya setiap satu orang dosen pada ilmu sosial hanya dapat memberikan pengajaran kepada 45 orang mahasiswa dan setiap satu orang dosen pada ilmu eksakta hanya dapat memberikan pengajaran kepada 30 orang mahasiwa.

Namun fakta dilapangan berkata lain, 100.000 mahasiswa unpam hanya dipegang dosen kurang lebih 500-600 staff dosen artinya ratio antara mahasiswa dengan dosen mencapai 1: 200, tentunya hal ini telah melanggar regulasi yang sudah ditetapkan oleh Kemendikti dan untuk itu harus secepatnya ada evaluasi besar bagi manajemen sumber daya manusia universitas pamulang.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga mesti ditopang oleh hal-hal yang sifatnya non akademis seperti organisasi, organisasi akan membawa mahasiswa pada ranah pembelajaran yang tak pernah ia dapat didalam ruang kelas serta pengalaman intelektual yang kongkrit yang ia dapat diluar jam perkuliahan, hal tersebut akan menjadikan mahasiswa lebih mandiri dam responsif melihat keadaan serta bisa mewujudkan tri dharma perguruan tinggi lewat jalur-jalur organisatoris.

Tapi semua itu bisa terwujud dengan sinergitas dan juga kebebasan mahasiswa untuk bergerak membawa arah organisasinya tanpa intervensi pihak dari luar sekalipun itu dosen atau pejabat kampus itu sendiri, sesuai dengan pasal 02 Kepmendikbud No. 155/uu/1998 Tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Di Perguruan Tinggi bahwa Organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa dengan memberikan peranan dan keleluasaan lebih besar kepada mahasiswa. Artinya segala sesuatu yang bersangkutan dengan organisasi kemahasiswaan ditentukan hanya dan oleh mahasiswa itu sendiri.

Hal inilah yang seharusnya menjadi titik tolak kritik mahasiswa khususnya yang ikut tergabung dengan organisasi mahasiswa di universitas pamulang, karena fakta dilapangan yang nampak segala sesuatu yang harusnya dilakukan oleh organisasi mahasiswa justru malah dilakukan oleh pihak dosen contohnya adalah perihal seminar atau latihan kepemimpinan organisasi, hal ini mengisyaratkan bahwa universitas layaknya taman kanak-kanak yang mesti selalu ada izin dari pejabat kampus. Lalu buat apa ada organisasi mahasiswa sebagai naungan mahasiswa namun aktifitasnya ditentukan oleh dosen/pajabat kampus? Think Health bro!

Sekarang sudah jelas semua tinggal bagaimana pembaca mau mengambil sikap bergerak untuk perubahan atau diam melihat penindasan. Untuk yang lebih awal saya sebut saya siap hadir untuk perjuangan yang diinisiasi kawan-kawan mahasiswa. Hidup Mahasiswa!

Sekian dan terimakasi!