ilustrasi
Oleh : Alif Waisal
Aku masih ingat, ketika seseorang menuliskan huruf-huruf di papan tulis hitam seperti menangkap kupu-kupu lepas dari kepalanya yang dalam.
Dalam sehari, aku menamatkan banyak kata, hingga pada suatu ketika, aku berhasil meninggalkan cara lama: mengeja huruf demi huruf untuk meraih satu kata.
Setelah sanggup membaca, buku-buku dongeng yang cocok dengan usia sering melahap mata selepas sekolah memulangkanku lebih awal dari jadwal biasa.
Kubalas kebaikanmu dengan begini ketika pelajaran: membuat kegaduhan, keluar membeli mainan, mencoret meja seperti seniman, pura-pura mendengarkan, dan menarik bangku ketika hendak diduduki teman.
Sungguh, masa lalu penuh dosa, namun kuyakin para guru lebih suka mengutuk muridnya menjadi manusia yang lebih bijaksana.