ilistrasi

Persoalan pengangguran masih jadi PR besar sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Tidak kurang dari 25 ribu warga usai produktif menganggur di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Bursa kerja masih jadi tumpuan pemerintah daerah dalam penganggulangan pengangguran.

Ratusan pelamar kerja memadati lapangan ITC BSD, Serpong, Tangsel, Kamis (22/11/2018). Disertai sejumlah dokumen, para pemburu kerja menghampiri puluhan stand persuahaan di hajat Dinas Ketenagakerjaan Tangsel tersebut. Ditaksir sebanyak 7.000 lowongan disediakan 54 perusahaan yang ikut.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, bursa kerja masih diandalkan pihaknya guna membantu warganya yang menganggur. Upaya lainnya, lanjut Benyamin, Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar sejumlah pelatihan wirausaha bagi pemuda.

“Buat kita selain lowongan kerja ini kita juga dorong para anak muda untuk menciptakan lapangan kerjanya sendiri,” ujarnya di lokasi Job Fair.

Sebelumnya, Dinas Ketenagakerjaan juga sudah pernah mengadakan Job Fair dengan 10 ribu lowongan kerja, namun hanya 7.000-an yang mendaftar, dan hanya 2000-an yang lolos kualifikasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ben sapaan akrab Wakil Wali Kota Tangsel, turut menyoroti kenaikan Upah Minamal Kota Tangsel yang naik Rp 300.000 , menjadi Rp 3.841.368. Ben mengakui masih ada persuhaan di Tangsel yang mengupah di bawah standar tersebut.

Terkait hal itu, Ben mengatakan pihaknya tak mau ambil pusing. Namun dia mengingatkan perusahaan terkait untuk mempertimbangkan protes buruh.

“Ya tentunya bukan soal sanksi, pekerjanya tentu akan melakukan penolakan. Nah saya berharap bahwa penolakan itu juga bukan dilakukan dengan cara frontal, dimusyawarahkanlah. Jangan sampai mereka juga hengkang dari Tangsel, pindah lokasi kerjanya, kan ini juga kerugian buat kita,” katanya. (fi/dr)