Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh.

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) telah memastikan stok beras pasca gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah aman.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan tidak perlu ada kekhawatiran terhadap pasokan beras untuk kebutuhan warga Sulteng.

Menurut Tri, pasca gempa yang melanda wilayah Sulawesi Tengah (28/9) lalu, stok beras di Gudang Bulog Sulteng sekitar 12.000 ton. Beras tersebut kata Tri sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran, termasuk cadangan beras pemerintah kepada warga.

“Di Palu stok kami masih cukup kuat, 12 ribu ton, dan pemerintah menyalurkan cadangan beras untuk Provinsi sebanyak 700 ton dan Pemerintah Kota 100 ton,” ungkapnya usai Acara Dialog Publik “Menyoal Stok dan Stabilitas Harga Beras”, Rabu (24/10/2018) di Auditorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jl. Kh. Achmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Dengan cukupnya stok beras di Gudang Bulog Sulteng, Tri memyebut stok tersebut dapat mengontrol stabilitas harga pangan khususnya beras di wilayah bencana.

“Sampai saat ini, di Palu kami sudah menyalurkan hampir 500 ton beras untuk korban bencana, kemudian kami melakukan operasi pasar disana untuk mengontrol kestabilan harga,” tuturnya.

Selain membantu warga korban bencana, untuk mengurangi stok di gudang, Bulog Sulteng juga gencar menggelar operasi pasar di beberapa titik di wilayah Palu, pasar-pasar strategis menjadi sasaran operasi untuk memastikan stabilitas harga pangan agar tetap stabil.

“Kalau titik operasi pasar kami lihat situasi, kami kan kerjanya di pasar-pasar strategis, dimana ada harga tinggi kami langsung lakukan operasi pasar disitu,” tutupnya.