Ratusan suporter yang tergabung dalam Bandung Supporter Alliance (BSA) menggelar aksi damai dengan tema “Nyala Lilin dalam Gulita Sepak Bola” di Taman Cikapayang, Jalan Dago Bandung, Kamis malam (27/9/2018). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas suporter Bandung atas meninggalnya suporter Jakmania, Haringga Sirila (23 tahun), di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (23/9/2018) lalu, jelang laga Persib vs Persija.

Ditengah gelap gulita fanatisme dalam sepakbola, dalam aksinya, BSA menekankan beberapa poin yang menjadi fokus, yakni meminta persaudaraan antarsuporter, mempercepat revolusi PSSI, menekan perubahan SOP keamanan di stadion dan mendukung rivalitas tanpa kebencian.

“karena tidak ada rivalitas seharga nyawa,” ungkap Andikha Ramadhan Radiana Humas Bandung Supporter Alliance (BSA).

Kemudian tutur Andikha, BSA juga mengecam otoritas yang berfokus pada keuntungan semata, mendukung pers yang tidak berpihak pada kepentingan elite, dan menolak politisasi sepak bola.

Andikha mengungkapkan bahwa suporter tewas di Indonesia ada 63 kasus, tercatat sejak 1995 hingga 2018.

“Karena itu kami mengajak rekan-rekan suporter untuk tidak lagi melakukan segala bentuk rasisme dan fasisme atas nama rivalitas sepak bola. Selain itu, tidak lagi melakukan segala bentuk kekerasan yang bisa menghilangkan nyawa manusia,” ujar Andikha seusai aksi damai.

Andikha berharap tidak ada lagi nyawa melayang akibat sepak bola, bagi BSA, rivalitas yang sehat yang dapat mendorong kemajuan peradaban sepak bola.

“Jangan sampai ada nyawa-nyawa yang hilang gara-gara sepak bola dan kami ingin mengingatkan yang sudah terjadi harus jadi yang terakhir. BSA menyepakati adanya rivalitas, tapi dalam bentuk atau konten yang sehat,” tutupnya.